Biarlah Saya Pulang Sore

 

Biarlah saya yang berangkat agak siang dan pulang agak sore , tidak mengapa. Itulah Pak Harto yang saya kenal .
Jendral TNI ( Purn ) Wiranto

 

Suatu hari dalam perjalanan dari Istana Negara ke Bandara Halim Perdana Kusuma untuk suatu kunjungan kerja di daerah .sebagai ajudan saya duduk di depan. Di pintu Tol Semanggi pundak saya di Tepuk Pak Harto sembari berkata ” Wiranto, beri tahu polisi, itu kendaraan di jalan tol tidak perlu di berhentikan . Mereka itu membayarl untuk bebas hambatan , bukan malah di stop gara – gara presiden mau lewat . Kalau mereka di biarkan jalan pelan pelan kan tidak mengganggu rombongan .

Mungkin orang tidak menyangka ucapan itu keluar dari mukut seorang presidenyang memang di benarkan mendapat perlskuan khusus untuk kelancaran dan keamanannya diperjalanan , namun itulah yang saya dengar sendiri di ucapkan oleh Pak Harto.

Begitu juga setiap kali hendak bermain golf di Rawamangun Pak Harto hanya di kawal 1 jip pengawal di belakang . Posisi duduk pun berubah, pak Harto di samping pengemudi , ajudan duduk di belakang .
Suatu kali ketika tiba di jalan Pemuda dan hendak belok ke kiri ke arah Rawamangun, antrean kendaraan yang di berhentikan polisi sudah terlampau panjang . Terdengar klakson bersahut sahutan,

” Lain kali polisi tidak perlu menyetop mereka terlalu lama , mereka kan punya keperluan yang mendesak, sedang saya hanya mau berolahraga. Jadi biar saya yang menunggu sebentar tidak apa – apa ” kata Pak Harto.

Beliau sangat memahami kapan, harus ada pengawalan lengkap sebagai presiden dan kapan pengawalan secukupnya sebagai pemimpin rakyat. Tidak hanya ke lapangan golf, perginke Tapos yang jaraknya cukup jauh sekalipun, Pak Harto hanya di kawal kemdaraan secukupnya , tidak mencolok dan tidak mau mengganggu aktifitas masyarakat .

Suatu kali saya bertanya ,mengapa beliau ke kantor berangkat agak siang antara pukul 09:00 – 10:00. Mengapa tidak lebih pagi agar bisa pulang lebih awal kembali ke kediaman sehingga bisa beristirahat dan berolahraga?

Pak Harto menjawab : kalau pagi kan semua orang pada berangkat ke kantor atau tempat kerja mereka sehingga jalanan sangat padat . Kalau saya ikut bersngkat pagi, berarti akan menambah kemacetan lalu lintas karena mereka akan di berhentikan polisi. Biarlah saya yang berangkat agak siang dan pulang agak sore , tidak mengapa , Itulah Pak Harto yang saya kenal .

Tulisan ini diambil dari The Untold Stories , cerita dari Pak Wiranto ajudan Pak Harto thn 1989- 1993

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *