Cara Menanam Pisang Ambon Di Pot

 

Thread oleh : 𝕋𝕠𝕞𝕞𝕪 𝕎𝕖𝕟𝕟𝕠

 

APAKAH PISANG AMBON BISA DITANAM DI POT / TANAH, POHONNYA TIDAK TINGGI DAN TETAP BUAHNYA BESAR?

Jawaban saya: BISAAA.

Begini cara menanam dan mengelolanya.

1. Ambil anakan dengan tinggi sekitar 1,5 meter dengan diameter sekitar 20 cm.

2. Setelah digali, bersihkan tanah yang menempel di sekitar akar, dan potong buang akar²nya.

3. Simpan bibit ini selama 2 hari di tempat yang teduh agar luka umbi kering dan potong buang daun²nya.

4. Setelah 2 hari, umbi bibit direndam dalam insektisida selama 10 menit, untuk mencegah calon penyakit yang kemudian dihancurkan tanaman pisang.

5. Jika menggunakan pot, pilihlah pot menggunakan tinggi ± 80 cm dengan diameter ± 60 cm.

6. Jika tanam di tanah, buatlah lubang sedalam 80 cm dengan diameter yang sama.

7. Bersihkan rumput dan gulma dalam lubang penanaman. Dan campurkan pupuk kandang dengan tanah.

8. Kemudian masukkan ke lubang / pot setengahnya.

9. Anakan bibit pisang yang sudah direndam insektisida diambil sebelumnya, dan potong buang batangnya sampai 20-30 cm dari bonggol pisang. Buang juga pelepah luar yang sudah tua.

10. Bonggol dan sisa batang yang telah diputar sebelumnya ditanam dengan posisi terbalik. Batangnya di bawah dan bonggolnya di atas. Posisi tanam harus tegak lurus agar tanaman kokoh dan kuat saat pembuahan nanti

11. Selanjutnya ditutup dengan tanah sampai tertutup bonggol sepenuhnya

12. Tanaman pisang adalah tanaman yang tahan banting. Dengan demikian, tunas pisang akan berputar dan keluar menembus tanah bonggol. Karena ada penyelesaian penyimpangan penanaman ini, maka pisang tidak akan bertumbuh tinggi.

13. Langkah selanjutnya, adalah tanaman siram dengan pupuk cair yang mudah didapat di toko pertanian, jika tidak bisa membuat POC (Pupuk Organik Cair) sendiri.

14. Pemberian pupuk cair ini, dilakukan 1 bulan sekali. Jika memang ingin agar tanaman pisang (buah2an) dalam pot berbuah

Pemeliharaan, Perawatan dan Pengendalian Hama.

1. Penjarangan . Hal ini dilakukan dengan melakukan pemotongan anakan agar dalam satu rumpun terdapat 2 tanaman saja.

2. Penyiangan . Induk pisang harus senantiasa disiangi dengan cara membersihkan segala jenis gulma, rumput pembohong yang ada di sekitar tanaman. Pastikan penyiangan ini dilakukan dengan tidak terlalu dalam agar tidak merusakan akar pisang yang memang tidak terlalu dalam.

3.Perempalan . Perawatan ini dilakukan dengan cara memangkas daun-pohon yang telah mengering agar kebersihan pulih. Lakukan secara rutin.

4. Pemupukan . Seperti yang telah disetujui, pupuk diberika setiap bulan sekali dengan menggunakan larutan seperti sebelumnya.

5. Penyiraman . Pastikan tanaman selalu disirami secara rutin. Hal ini akan membuat pohon pisang menjadi lebih subur dengan tingkat produktifitas yang baik.

6. Mulsa . Pemberian mulsa terdiri dari dedaunan ditempatkan di sekitar rumpun untuk menggantikan gulma dan mencegah penguapan udara. Namun hal ini tidak dilakukan terus-menerus. Lakukan sesekali saja.

7. Buah . Saat pisang sudah mengeluarkan buahnya, potong jantung pisang yang berada di jarak 25 cm dari sisir buah pisang yang terakhir. Hal ini dilakukan agar tidak menghambat pertumbuhan buah.

8. Hama , hama yang biasa ditemukan di pohon pisang adalah ulat daun, uret kumbang, nematoda, ulat bunga dan ulat buah. Kendalikan hama-hama ini dengan insektisida.

9. Penyakit . Pohon pisang sering diserang dengan berbagai penyakit seperti darah, panama, bintik daun, layu pucuk daun. Untuk mengendalikannya, cukup dengan abu bakaran kayu, yang direndam udara semalam, kemudian disiram ke tanaman pisang. Atau abunya ditaburi langsung

Selamat bertanam sahabatku.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *