Catatan Perjalanan Mulfachri Menuju PAN 1

 

Majunya Bang Kimung dikancah bursa Caketum PAN sesungguhnya buka ambisi pribadi untuk menguasai partai, namun desakan para pengurus BPH DPP PAN yang merindukan sosok pemimpin yang peduli mengurusi partai yang saat ini mbalelo alias tidak punya pendirian.
Oleh : Eneng Humaeroh, Bendahara DPP PAN

Bang Kimung; sapaan akrab Mulfachri Harahap, tampak elegant dalam balutan kemeja biru yang dikenakannya. Sikapnya yang santai didalam setiap perjalanan roadshow konsolidasi kekota-kota seluruh Indonesia menemui pendukungnya, membuat anggota tim yang mengiringinya tidak merasa lelah apalagi tegang.

Bang Kimung di dalam sela-sela perjalanan tampak bercanda-canda, tertawa lepas jika ada joke yang lucu. Bahkan beberapa kali tertangkap kamera wajahnya memerah karena tertawa lepas. Bebas…..

Bang kimung mengatakan bahwa kongres adalah hajatan lima tahunan partai. Baginya hajatan ini merupakan sarana evaluasi, intropeksi diri dan sarana silaturahmi dalam menentukan masa depan partai, jadi tidak perlu tegang dan panic menghadapi kongres. Dinikmati saja sebab apapun perjalanan kita sudah Allah catatkan di Lauhul Mahfudz, kita hanya menjalani dengan segala kesungguhan namun tetap bertawakal kepadaNya.

Rangkaian konsolidasi yang dilakukan Bang Kimung, kami selalu menemukan hal-hal yang diluar dugaan, misalnya, kami sedang membicarakan masa muda Bang Kimung yang stylish gondrong sebagai atlet Pencak Silat tiba-tiba Bang Kimung hadir dengan potongan rambut yang sudah rapi dicukur.

Beberapa waktu belakangan video aksi laga Bang Kimung dalam mengikuti Kejuaraan Dunia Pencak Silat viral di social media. Hal itu tentu membuat aneh, sebab Bang kimung adalah orang yang tidak mau berpamer dan tidak menyukai panggung, dia lebih suka mengkonsep di belakang layar, seperti mengkonsep Sabang Merauke dalam rangka menggerek popularitas Bang Zul (petahana) sebelum pileg berlangsung.

Majunya Bang Kimung dikancah busa Caketum PAN sesungguhnya buka ambisi pribadi untuk menguasai partai, namun desakan para pengurus BPH DPP PAN yang merindukan sosok pemimpin yang peduli mengurusi partai yang saat ini mbalelo alias tidak punya pendirian. Partai yang tidak tegak lurus bahkan meliuk-liuk tidak jelas arah dan tujuannya.

Beberapa keluhan mengenai pemecatan kepengurusan serta pengangkatan pengurus baru BPH DPP tanpa prosedur dan mekanisme yang berlaku. Bahkan sehari menjelang rapat harian pasca rakernas pengurus harian tiba-tiba di coret dari daftar hadir dan diganti oleh nama-nama baru yang tidak pernah datang sama sekali. Rapat harian yang dilakukan secara diam-diam dan hanya mengundang sebagian pengurus juga kasus-kasus lain seperti PLT sepihak yang dilakukan sehari pasca verifikasi partai di tingkat DPW yang marak yang berkaitan dengan pilkada.

Sungguh kesemenaan menabrak aturan partai berupa rambu-rambu atau AD/ART menjadi sangat mengusik bathin seorang Bang Kimung, ketidak adilan membuatnya berontak. Curcol para pengurus DPP dan pengaduan DPW yang ditahan rekomendasi pilkada membuatnya tidak enak tidur menghadapi carut marut partai tempat ia bernaung. Hingga Dewan Kehormatan partai memintanya maju dalam konstelasi Caketum PAN di kongres yang akan datang.

Pasca Rakernas Rapat Harian tidak jua digelar sebagaimana yang dijanjikan oleh sang Ketua Umum, desakanpun terus berlangsung, namun saying rapat harian yang seharusnya bertindak adil karena agenda penetapan kongres, diwarnai kericuhan, pengambilan keputusan sepihak tanpa melibatkan pandangan peserta rapat, sampai diketahui kubu Bang Zul menyelundupkan “orang luar” kedalam kantor sementara DPP PAN Bang Kimung menanganinya dengan santai.

Ya begitulah Bang Kimung, ia ikhlas menjalani setiap episode politik di internal PAN sikapnya seperti lautan pasifik, menenangkan. Katanya kalau bukan karena desakan dan permasalahan yang membelit partai ia tak akan maju caketum, tapidemi merapikan partaiia berkomitmen untuk maju, dan bismillah.

Pada kenyataan inilah saat silaturahmi bersama kader di Semarang, Khalid, salah seorang pengurus DPW Jateng mengajak semua kader untuk mendoakan bang Kimung agar sukses berhasil menjadi Ketua Umum yang akan datang. Susana begitu senyap dan khidmat, ia memimpin doa, suasana begitu haru, Insha allah Bang Kimung akan berhasil memimpin partai kedepan, katanya. Dan diamini lebih dari 50 orang yang ada diruangan itu.

Tiada tempat untuk berserah, tiada tempat lain untuk meminta, hanya kepada Allah saja kita berserah atas setiap perjuangan demi menegakkan keadilan dan kebenaran. Menegakkan kembali platform partai yang kita cintai, mengembalikan ruh dan karakter partai sebagaimana tujuan partai ini didirikan, tentunya setiap kader yang di dalam darahnya mengalir darah kemuhamadiyahan, mengalir darah pejuang keadilan, mengalir nilai-nilai kebenaran yang tak akan rela, tak akan ikhlas partai dibawa pada pintu kehancuran, tak kan rela partai dikuasai oleh orang per orang demi keuntungan dan kebesaran pribadi serta hanya demi ambisi pribadi.

PAN adalah milik anak bangsa dan milik para pejuang demokrasi, coba tanyalah para hati yang paling dalam, relakah partai ini hancur hanya demi kekuasaan semata? Relakah kader hanya dibuat dagangan dan pelengkap, sementara segelintir orang menikmati hasil dagangannya? Relakah partai hanya dipakai mesin pencari uang oleh sebagian kecil elit partai sementara yang lainnya menjerit diperlakukan tidak adil? Mari kita renungkan bersama, demi sebuah masa depan bangsa ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *