Dolar sentuh tertinggi dua tahun terhadap euro pascakeputusan Fed

IndonesiaPress.net, Tokyo – Kurs dolar AS naik ke level tertinggi dalam dua tahun terhadap euro dan mencapai tertinggi dua bulan terhadap yen pada perdagangan Kamis pagi, karena Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell mengesampingkan siklus pelonggaran panjang setelah memberikan penurunan suku bunga pertama sejak krisis keuangan.

Dalam langkah yang diperkirakan secara luas, bank sentral AS menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin untuk menopang perekonomian terhadap risiko termasuk gesekan perdagangan.

Pada konferensi pers setelah keputusan Fed, Powell mengatakan “itu bukan awal dari serangkaian penurunan suku bunga.”

Pada saat yang sama, ia berkata, “Saya tidak mengatakan itu hanya satu pemotongan suku bunga.”

Pedagang masih melihat satu lagi penurunan suku bunga tahun ini. Pernyataan Powell, bagaimanapun, memangkas harapan The Fed siap untuk menurunkan suku bunga hingga tahun depan.

“Komentar Powell tidak terlalu bersifat dovish, jadi ini adalah konfirmasi bahwa ini adalah pemotongan jaminan kecil,” kata Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities di Tokyo.

“Hasil ini membatasi pelemahan dolar dari sini. Pemotongan suku bunga akan berada di sisi kecil, tetapi ini masih memperkuat kasus untuk ekspansi ekonomi AS yang berkepanjangan, yang positif untuk dolar jangka panjang.”

Indeks dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang utama terakhir dikutip pada 98,516, dekat dengan tertinggi dua tahun di 98,683 yang dicapai pada Rabu (31/7/2019).

Euro turun 0,2 persen menjadi 1,1052 dolar AS di awal perdagangan Asia, mencapai level terendah sejak 16 Mei 2017.

Sementara pasar keuangan secara luas mengharapkan Fed untuk mengurangi suku bunga pinjaman utama semalam sebesar 25 basis poin ke kisaran target 2,00 persen hingga 2,25 persen, banyak pedagang telah mencari konfirmasi yang lebih jelas tentang pemotongan suku bunga lebih banyak dari Powell.

Sehari sebelum pertemuan Fed, para pedagang telah memperkirakan peluang 35 persen untuk tiga pemotongan hingga akhir tahun ini. Pada Rabu sore (31/7/2019) angka itu turun menjadi 12 persen, menurut alat FedWatch CME Group.

Terhadap yen, dolar naik 0,4 persen ke level tertinggi dua bulan di 109,165 yen.

Di tempat lain di pasar mata uang, sterling jatuh terhadap dolar menuju level terendah dua tahun karena meningkatnya risiko Brexit tanpa kesepakatan, tetapi fokusnya akan bergeser ke pertemuan Bank sentral Inggris pada Kamis nanti.

Ekonom yang disurvei oleh Reuters hampir yakin bahwa Komite Kebijakan Moneter BoE akan memilih 9-0 untuk mempertahankan suku bunga di 0,75 persen. Tetapi kurang jelas bagaimana Gubernur Mark Carney akan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh prospek Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa perjanjian perdagangan sementara.

Sterling turun 0,3 persen menjadi 1,2142 dolar AS dekat level terendah dua tahun di 1,2120 dolar AS. Sterling jatuh 4,2 persen bulan lalu, kinerja bulanan terburuk sejak Oktober 2016, karena meningkatnya spekulasi Inggris akan melalui Brexit tanpa kesepakatan.(ANT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *