Jangan Tunggu Kemurkaan Nya

 

Lagi-lagi pelanggaran terhadap AD/ART dilakukan. Mardiyanti, ketua DPD Perempuan yang penuh prestasi, yang mampu menaikan kursi DPRD dari 4 menjadi 7 kursi. Selain itu Ia merupakan ketua pemenangan Helmi-Dedy pada perhelatan pilkada walikota Bengkulu 2018 dan memenangkannya.

Mardiyanti, melalui musdalub pada hari Rabu, 29 Januari 2020 yang diperintahkan DPP melalui DPW yang dieksekusi langsung oleh ketua DPW Helmi Hasan. Sang ketua DPW merupakan adik dari ZH. Apa penyebabnya? Mardiyanti berbeda pandangan politik terhadap pilihan caketum pada kongres yang akan datang. Ia tidak datang memenuhi undangan DPW Bengkulu dalam konsolidasi caketum ZH. Akibatnya ia langsung di PLT. Dalam muswilub tersebut sekretaris DPD menggantikan Mardiyanti.

Bukan hanya Mardiyanti yang di PLT dengan pasal tidak mendukung ZH. DPD Rejang Lebong, DPD kepahiang, DPD Kaur, DPD Seluma, dan DPD Bengkulu tengah. Semua itu hanya untuk memenangkan ZH dengan cara yang tidak patut.

Masalah Mardiyanti bukan satu-satunya masalah menjelang kongres. Tangan besi ZH melakukan apapun demi kekuasaan yang ingin dicapai kembali. Sesungguhnya apabila ZH tidak bertindak kelewat batas, tentu kongres ini merupakan pertempuran yang wajar, tetapi cara-cara tak patut itu yang perlu orang mengerti, memahami hakikat seorang pemimpin, bukan malah mendukung tindakan tidak manusiawi.

Musyawarah luar biasa diatur dalam AD ART sangat benderang, yang merupakan mosi tidak percaya struktur tingkat bawah kepada elit pimpinan. Sementara bukti-bukti hari ini beredar surat perintah dari DPP yang ditandatangani salah satu Waketum dan Sekjen demi untuk melegalkan tindakan melawan hukum. Dan anehnya meskipun diberondong pertanyaan dari para pengurus DPP lainnya, sang penandatangan surat tersebut diam seribu bahasa, _tiarap_

Tim ZH yang notabene memegang legitimasi kepartaian dan melakukan arogansi politik kepada para pemilik suara dengan ancaman PLT sangat dengan mudah menggunakan _cap legitimasi_ itu dalam bentuk apapun, yang masuk pada kejahatan terstruktur, massiv dan sistematis. Sesungguhnya hatinya mengakui telah melakukan kesewenangan, ketidakadilan juga kejahatan. Pastilah hatinya sesungguhnya menolak namun apadaya, tidak memiliki kekuatan dan takutnya pada ZH.

Penulis yakin, pendukung ZH tidak semua _membabi buta_ dalam bertindak. Dengan aksi protes yang terjadi dalam bentuk dialektika internal yang sesungguhnya merupakan bentuk kasih sayang, mengingatkan kepada saudara yang berbuat salah dan keliru agat tidak masuk pada jurang kehancuran berjalan terus menerus, kompromi politik bahkan negosiasi demi mencapai legitimasi kongres terus dilakukan.

Bukti bahwa pendukung ZH masih punya hati nurani, adalah pada saat rapat SC yang dihadiri seluruh timses caketum bersepakat untuk mengadakan Rapat Harian agar kepanitiaan serta lain-lain yang berkaitan dengan agenda kongres _legitimate_ secara prosedure hukum yang berlaku di PAN. Walaupun pada akhirnya pendukung ZH mengalami tekanan psikoligis yang cukup berat karena dianggap lemah oleh ZH.

Bahwa kubu ZH mulai menurunkan tensi arogansi yang menjadi kekuatan ZH dalam menguasai arena itu suatu langkah baik, bahwa setiap timses berhak dan wajib memenangkan caketumnya, tapi melaksanakan kongres yang sesuai dengan prosedur hukum itu adalah tanggungjawab kita bersama. Siapapun harus patuh terhadap AD/ART ternasuk ZH. Jika tidak patuh hukum, jangan salahkan jika ada perlawanan massiv demi untuk mengembalikan tata cara kongres yang sah.

Bagaimana menangani pelanggaran AD/ART terkait permusyawaratan luar biasa? Tentu di tubuh partai ada mekanisme yang patut dilaksanakan. Sementara kongres tinggal menghitung detik. Tulisan ini menyeru kepada seluruh komponen yang ada di tubuh PAN, segera hentikan Muslub, hentikan kekacauan yang bisa mengakibatkan kehancuran. Jika tidak ketua DPD atau DPW yang kalian PLT hanya karena tidak mendukungmu memanjatkan do’a yang dapat menembus langit dan bumi, do’anya tak terhijab. Allah jika turunkan bencana padamu, kemurkaanNya tak kan mampu kalian hentikan. Maka hentikan kezaliman sebelum datang kemurkaan. Hentikan kesewenangan sebelum datang bala bencana yang bisa meluluhlantakan siapapun yang dikehendakiNya.

_Wallahu’alam_
#TehPAN
#KongresPANBermartabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *