Jurus Mabok Zulhas Dan Pokoknya

 

Pernyataan sikap para pendiri partai, pernyataan terbuka permohonan ditundanya Kongres, bahkan sindiran keras dilayangkan. Semua tidak digubris, _jurus mabok Zulhas_ dan jurus maut _pokoknya_ seolah menjadi senjata andalannya

 

 

Polemik jelang kongres V PAN sepertinya memang sengaja di desain dan blunder khusus. Preseden buruk sedang diperankan oleh personal elit di tubuh partai Reformis ini. Bagaimana tidak, kritik terhadap sikap dan tindakan DPP yang sudah melampaui batas, seolah memang sengaja dilakukan untuk membuat tenaga para kader habis kelelahan lalu kibarkan bendera putih, _menyerah_!

Kritik dilayangkan dalam berbagai bentuk, surat pernyataan terbuka untuk meninjau kembali tempat pelaksanaan kongres, seruan untuk digelarnya rapat harian, pernyataan sikap para pendiri partai, pernyataan terbuka permohonan ditundanya Kongres, bahkan sindiran keras dilayangkan. Semua tidak digubris, _jurus mabok Zulhas_ dan jurus maut _pokoknya_ seolah menjadi senjata andalan, buta yang membabi.

Ditengah kritik dan pemintaan digelar kembali rapat harian untuk agenda penting penetapan SC-OC, penetapan tempat dan waktu kongres serta substansi kongres mendapatkan balasan yang mencengangkan yakni terbitnya Surat dengan nomor: PAN/A./KU-SJ/01/1/2020 tertanggal 24 januari 2020 tentang undangan Kongres V yang ditujukan kepada pengurus harian DPP di Kendari dengan pelaksanaan tanggal 10-12- 2020, yang di publish di grup Harian DPP, pada tanggal yang sama terbit surat dengan nomor : PAN/A//KU-SJ/ 03/I/2020 dengan agenda yang sama ditujukan kepada DPW dan DPD. Kedua surat itu berdasarkan Surat Keputusan Nomor : PAN/A/Kpts/KU-SJ/03/2020 tertanggal 23 Januari 2020. Konyolnya surat yang terakhir ini tidak pernah beredar ataupun di kirim via email atau publish di grup PP. bentuknyapun seperti _hantu_ apa tidak ada yang tahu.

Lalu terbit lagi surat dengan nomor: PAN/ A/WKU-SJ/ 03 /1/2020 tertanggal 22 Januari yang ditujukan kepada DPW dan DPD dengan isi surat _Intruksi Pelaksanaan Musdalub_ bagi DPW dan DPD yang PLT selambat-lambatnya tanggal 31 Januari 2020. Dan apabila sampai pada batas waktu yang ditentukan tidak melaksanakan musdalub maka DPW dan DPD wajib melaksanakan _Rapat Harian_ untuk penetapan peserta kongres dan SK hasil Musdalub dan surat mandat hasil Rapat Harian tersebut dilengkapi dengan berita acara wajib diserahkan ke DPP paling lambat tanggal 5 Februari 2020. Jika melihat dari nomor surat, ini nyata Zulhas lupa jika setelah mengundang peserta kongres eh ternyata masih ada yang PLT dan dia masih butuh dukungan suara. Maka dibuatlah surat dengan tanggal mundur tapi nomor surat sama dengan undangan kongres untuk DPD dan DPD. Aneh kan? Bisa jadi SK yang dibuat tertanggal 23 januari 2020 dengan nomor 03 itupun dadakan sebagai dasar surat undangan nomor 01 dan nomor 03. Ngakak ih.

 

Mari kita tengok aturan _Permusyawaratan Luar Biasa_ yang diatur dalam AD/ART PAN, tertuang pada pasal 28 ayat 4, adalah _harus berdasarkan usulan resmi sekurang kurangnya 2/3 dari jumlah Dewan Pimpinan Partai satu tingkat dibawahnya dengan didukung 2/3 dari jumlah Dewan Pimpinan Partai setingkat dibawahnya_. dan Pasal 5 berbunyi : “_Dewan Pimpinan Partai harus menyelenggarakan Permusyawaratan Luar Biasa dalam jangka waktu 1 (satu) bulan setelah usulan resmi pemberhentian Ketua umum/ Ketua terpenuhi, apabila tidak dilakukan maka Majelis Penasihat Partai sesuai tingkatannya masing-masing wajib memberikan peringatan tertulis_.

Mari kita tengok juga tentang pengambilan keputusan secara kolektif kolegial AD/ ART Pasal 30 ayat 1 mengatakan : _“Kepengurusan partai digerakan berdasarkan prinsip kepemimpinan kolektif kolegial sebagai dewan pimpinan partai yang secara bersama dan sinergis membuat kebijakan melalui keputusan partai yang dihasilkan dalam rapat-rapat partai_”. Dan ayat 2 berbunyi : _“Setiap kebijakan dan keputusan partai yang telah diputuskan secara kolektif mengikat semua unsur partai dan perubahannya wajib dilakukan melalui rapat sejenis atau rapat partai yang memiliki hirarki pengambilan keputusan 1 (satu ) tingkat lebih tinggi_”.

Zulhas seperti orang mabok, kebanyakan minum ciu, semua surat itu tidak ada dasar argumentasinya. AD/ART bukan lagi ditabrak tapi sudah diacak-acak berkeping-keping, buta mata hati, _deaf akut_, alat pendengarpun tidak lagi mampu menolongnya. SK kongres terbit semestinya berdasarkan keputusan bersama entah seperti apa wujudnya, SK masih berupa _Wujud Adam_ seolah itu _Mahiyah_. Disebabkan para pendukungnya kondisi _mumkin_, maka diperintahkanlah musdalub, dengan waktu yang sesingkat-singkatnya. Aturan dari mana? Ini _blind pig_.

Zulhas bukan saja tidak bisa membaca, tetapi Zulhas memang lagi mabuk. Mabuk cinta dengan kepada posisi Ketum PAN. Saking cintanya tak ada yang ia pedulikan kecuali mencengkeram kuat-kuat tubuh PAN jangan sampai terlepas darinya. Seolah ia akan mati jika terhempas dari jabatannya saat ini. Dia seperti _Qais_ kekasih Laila Majenun, rela hidup dalam gelimang derita, membungkus diri dengan dusta, dan terus berjalan menyusuri duri-duri, dia si _Majenun_ semakin jauh menunggalkan realitas dan menembus alam khayal yang semakin fana. Tidak mau lagi peduli dengan kenyataan dan meraung-raung memanggil alam khayalnya dalam kegelapan. Si Majenun tidak lagi menggubris ayahandanya sang raja yang terus membujuknya agar kembali kepada kenyataan. Lari ke tengah belantara ditemani _anjingnya_ yang setia hingga kematiannya si Majenun tak ada yang mengenangnya kecuali tatapan kasian karena kegilaannya pada _Cinta yang Keliru_.

Harusnya Zulhas faham semakin _mabuk_ semakin banyak orang mundur. Semakin pokoknya semakin orang tidak simpatik, jika hari ini masih ada yang mendampingimu, itu hanya karena mereka takut periuk nasinya diambil kembali, gula-gula manismu engkau jilat kembali. Pakaian kebesaran engkau berikan engkau renggut kembali, kehormatannya takut engkau lucuti lagi. Cobalah tanya pada nurani, apakah Zulhas saparakanca pantas berbuat begitu? Di dalam hati ada _Qulb_, dia akan jawab dengan pasti kebenarannya. _Wallahuálam_.

#TehPAN
#JanganKelamaanDungu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *