Kelompok Milenial Malas?

Kelompok orang muda yang disebut milenial sering kali dikecam oleh generasi yang lebih tua, yang berpendapat anak-anak muda itu hidupnya terlalu senang, sehingga mereka menjadi malas.

Tapi para pakar mengatakan kelompok milenial yang berumur antara 20 sampai 30-an itu menghadapi perjuangan berat karena mereka adalah generasi pertama yang merasakan dampak setelah puluhan tahun terjadi ketimpangan sosial di Amerika.

Orang-orang muda yang tidak punya ijazah universitas, mendapat penghasilan lebih kecil dan kemungkinan akan mati muda karena bunuh diri atau overdosis obat bius, dibanding generasi yang sebelumnya, kata sebuah laporan baru.

Masalah yang menimpa kelompok milenial adalah hasil keputusan ekonomi yang diambil pada akhir tahun ’70 dan permulaan tahun ’80-an, kata pakar sosiologi David Grusky dari Universitas Stanford.

“Pada masa itulah ketimpangan pendapatan mulai terjadi, ketika kita kehilangan banyak pekerjaan kelas menengah, seperti dalam bidang manufaktur. Kemudian terjadi apa yang disebut globalisasi dan praktik alih daya atau outsourcing yang sangat merugikan bagi anak-anak muda itu,” kata Grusky lagi.

Kerugian kelompok milenial itu dimulai ketika mereka memasuki lapangan kerja, yang bagi kebanyakan mereka terjadi pada masa resesi antara 2007 sampai 2009. Itu adalah resesi paling serius di Amerika sejak Resesi Besar tahun 1930-an. Itu berarti mereka terhambat masuk ke lapangan kerja, dan yang beruntung mendapat pekerjaan tidak mendapat pendapatan yang sesuai dengan pendidikan mereka, kata Grusky. [ii/pp]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *