Thomas Lembong Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)

Kepala BKPM yakin investasi tumbuh belasan persen pada 2019

“Sekali lagi, antusiasme kalangan investor sangat tinggi terutama setelah wawancara Presiden Jokowi dengan beberapa media internasional, juga setelah pidato di Sentul,”

Thomas Lembong, Kepala BKPM

IndonesiaPress.net, Jakarta – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong meyakini realisasi investasi sepanjang 2019 bisa tumbuh dua digit, tepatnya belasan persen, menyusul pemulihan tren investasi yang terus terjadi.

“Soal full year 2019, saya relatif konservatif. Saya kira (tumbuh) belasan (persen) atau low double digit (dua digit rendah),” katanya di Jakarta, Selasa.

Thomas Lembong menjelaskan pemulihan tren investasi mulai terjadi pada 2018 dan terus berlanjut hingga triwulan II 2019.

Selain karena ada optimisme meredanya perang dagang antara China dan Amerika Serikat, siklus politik di dalam negeri pasca-Pilpres juga diyakini mendukung pemulihan tren investasi.

“Sekali lagi, antusiasme kalangan investor sangat tinggi terutama setelah wawancara Presiden Jokowi dengan beberapa media internasional, juga setelah pidato di Sentul,” katanya.

Menurut Tom, sapaan Thomas Lembong,  pidato Presiden Jokowi di Sentul menunjukkan kebijakan-kebijakan yang akan ditempuh pemerintahannya dalam periode kedua. Apa yang disampaikan Presiden Jokowi pun, kata dia, disambut positif kalangan investor. Hal itu ditunjukkan dari banyaknya permintaan pertemuan dengan presiden terpilih itu.

“Kami berusaha semaksimal mungkin untuk menggarap gelombang minat pasca-Pemilu, rekonsiliasi politik apalagi iklim investasi membaik,” pungkasnya.

Pada 2019 BKPM menargetkan realisasi investasi sebesar Rp792,3 triliun. Ada pun hingga Semester I 2019, realisasi investasi telah mencapai 49,9 persen dari target atau Rp395,6 triliun.

Realisasi investasi sepanjang Januari-Juni 2019 itu terdiri atas realisasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp182,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp212,8 triliun dengan total penyerapan tenaga kerja mencapai 490.715 orang. (ANT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *