Kisah Matsnawi : Belajar Dari Keangkuhan Lalat

 

Thread Oleh :Andreana Dee ☯
Seekor lalat sedang berada di atas jerami. Jerami tersebut berada di atas air seni keledai. Kotoran keledai,jerami dan seekor lalat yang sedang berada diatasnya,terus bergerak mengikuti arah angin.
Saat sampai di tepian dengan angkuhnya lalat itu berkata
“Aku telah membaca ilmu kelautan dan pelayaran. Pengetahuanku sangat mahir tentang hal itu. Coba liat saja begitu mudahnya saya mengarungi perahu dan lautan ini.”
Di benak lalat itu yang sangat sempit, pikirnya telah mengarungi samudra yang begitu luas dengan sebuah perahu.
Air seni keledai ia anggap sebagai lautan yang tak bertepi.
Jeraminya yang ia tumpangi menurutnya perahu yang amat besar.
Karena pengetahuan dan kesadarannya yang amat sempit dan terbatas.
Pesan dari Maulana -Jalaluddin Rumi “Dunia setiap orang seluas persepsi dan pandangannya. Perumpamaan manusia angkuh dan jumud dalam berpikir, seperti kisah lalat dalam cerita ini.
Pikiran dan persepsinya seluas air seni keledai dan jerami.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *