Kongresnya Kapan ? Edisi Merindukan Konggres Yang Indah

 

 

Sesungguhnya bertebaran tulisan-tulisan itu bukan untuk menghujat atau menyebar fitnah. Tapi semua tulisan itu bentuk kasih sayang kepada Sang Ketum agar kembali kepada sunatullahnya PAN yakni AD/ART.

 

Oleh : Eneng Humaeroh, Bendahara DPP PAN

Dinamika internal partai matahari menjelang detik-detik akhir periode 2015-2020 makin hari semakin menggeliat. Para peserta kongres menunggu kepastian waktu dan tempat penyelenggaraan kongres yang tak kunjung datang. Melalui jalur pribadi atau kanal grup WA, dari Sabang sampai Merauke saling bertanya, kongresnya kapan? Kongresnya dimana? Katanya udah dibentuk ya panitia SC dan OC-nya? Siapa ya ketua SC nya? Kok nggak jelas ya… Eh Geje amir sih….

Pasca rapat harian, 20 Desember tahun lalu saat terjadi peristiwa hilangnya palu sidang ZH menganggap rapat ini sah. Sementara dalam peristiwa itu ZH memimpin rapat dengan tergesa-gesa dan mengetuk palu dalam situasi ricuh. Peserta rapat lebih dari setengahnya tidak menyetujui hasil rapat itu.

Pasca peng-klaiman hasil rapat itu, kubu ZH isuenya membuat kepanitiaan kongres, namun tidak semua pengurus DPP mengetahui hal tersebut. Entah siapa kepanitiaan SC dan OC untuk kongres mendatang.

Ditilik dari prosedur dan manajemen partai hal ini tentu tak elok, merumuskan hajatan 5 tahunan kok sembunyi-sembunyi? Tentu saja hal ini mencurigakan. ZH dinilai bukan hanya tidak transparan dan tidak etis tetapi sungguh tidak berkeadilan. Lalu dengan cerianya TD sang ketua tim pemenangan ZH mengatakan, “Kongres itu indah ayo semua kader gembira” dalam sebuah foto selfie yang diposting di grup DPP.

“Persiapan kongresnya dibikin transparan dan adil sesuai AD/ART agar kongresnya terasa lebih indah Mas” ungkap salah seorang anggota grup. Namun tak ada gayung bersambut. Mafhumlah kita, kalau sudah disinggung soal AD/ART biasanya langsung tiarap. Paling mengintai saja komentar selanjutnya. Isue lainnya terkait kongres adalah, kongres dipercepat, lah? Bagaimana dipercepat ? waktunya tinggal dua bulan lagi selesai kepengurusan periode 2015-2020.

Faktanya hanya tinggal 2 bulan lagi saja waktu yang tersisa untuk penyelenggaraan kongres. Namun sampai saat ini belum terdengar kepastian kapan kongresnya? Kita seolah-olah di sodori iklan yang spektakuler suatu pertunjukan, disuruh beli tiket pertunjukan tapi dimana pertunjukannya? Kapan waktunya? Kita planga-plongo. Bukankah itu suatu yang ambigu? Sesuatu yang tidak real. Sesuatu yang abu-abu tanpa kejelasan.

Sebenarnya mau ZH itu apa ya? Sesungguhnya kita ingin menghormati ketum kita hingga saat ini, tapi kita bingung dengan tindakannya, mau dibawa kemana partai ini? Apakah kita harus diam mengikuti apa yang dikehendaki ZH?

Sesungguhnya bertebaran tulisan-tulisan itu bukan untuk menghujat atau menyebar fitnah. Tapi semua tulisan itu bentuk kasih sayang kepada Sang Ketum agar kembali kepada sunatullahnya PAN yakni AD/ART. Bahwa setiap tindakan diluar mekanisme pasti akan menuai akibat. Sampai ada cerita anekdot salah satu ketua partai yang seringkali nabrak AD/ART akhirnya nabrak tiang listrik, tragis kan?

Kita tak berharap hal itu terjadi, dan masih berharap Sang Ketum kembali pada AD/ART agar kongres transparant, bermartabat, terhormat dan juga indah seperti kata TD. Jangan sembunyi-sembunyi dalam persiapan kongres, toh semua pengurus partai wajib tahu. Jangan pula ada kongres sepihak, karena kebelet dua periode akhirnya semua aturan ditabrak. Dan rasanya geli dan sangat kocak jika ada yang bertanya, “Kongresnya kapan…….”. He he he

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *