Kopi Bisang Kopi Nikmat Dari Proses Muntahan Bisang

Kopi yang di hasilkan dari muntahan binatang endemik Sulawesi
Thread oleh : @excel_dee

 

Kopi yang berasal dari Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu Sulawesi Selatan.
Kopi ini disebut kopi bisang karena proses yang dihasilkan dari gumohan/ muntahan bisang.
Bisang adalah binatang endemik Sulawesi ini adalah sejenis binatang pengerat seperti luwak atau musang.

 

 

Tubuh bisang sedikit lebih kecil dari luwak.Jika luwak didominasi warna hitam maka bisang berwarna cokelat buram, ekornya pun tidak sepanjang luwak. Bisang berasal dari bahasa daerah setempat yaitu memungut kopi ( ma ‘bisang) yang telah dimakan dan dimuntahkan sejenis tupai kecil yang disebut Lappa oleh masyarakat.

Jika biji kopi luwak dihasilkan dari kotoran hewan tersebut lain halnya kopi bisang dihasilkan dari muntahan bisang. Bisang memakan kopi pada pagi hari disore hari dia akan memuntahkannya. Yang telah dimakan dan imuntahkan sejenis tupai kecil yang disebut Lappa oleh masyarakat.

Jika biji kopi luwak dihasilkan dari kotoran hewan tersebut lain halnya kopi bisang dihasilkan dari muntahan bisang.Bisang memakan kopi pada pagi hari disore hari dia akan memuntahkannya.

Muntahannya pun diletakkan pada tempat tempat tertentu saja.Karena bisang menyukai lendir yang terdapat pada biji kopi. Hal itu ditunjukkan dengan muntahan kulit buah kopi yang terlalu keras atau kurang disukainya dan tetap mengunyahnya.

Terkadang saat mencicipi buah kopi yg kurang disuka buah tersebut langsung dibuang setrlah gigitan pertama. Dari psoses itulah kemudian biji kopi dikumpulkan untuk diolah agar dapat menjadi minuman. Mulai dari dicuci, disangrai hingga dihaluskan menjadi bubuk.Awalnya kopi yg dimakan bisang di Latimojong tumbuh liar di sejumlah desa.

Namun stlah mengetahui dan telah merasakan kopi bisang perlahan masyarakat mulai serius memperhatikan tanaman kopinya.Bisang atau kusang yang dikenal sebagai hewan endemik Sulawesi merupakan sejenis kuskus degan ciri ciri kecil, gerakkan lambat,bulu abu abu,memiliki wajah pendek,

Dengan mata menonjol,hidung panjang tak berbulu dan ekor panjang menyerupai tikus, Dua kaki depan berfungsi seperti tangan,memiliki 5 jari yg semuanya tajam,kecuali ibu jari kaki belakangnya jari jari kaki dgn kuku besar terdapat pada jari jari kaki yg tersisa dari kaki belakang.

Sehingga bisang bisa berpegangan pada dahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *