Kronologis Kisruh Registrasi Peserta #KongresPAN

 

Dalam round down kegiatan Kongres yang dibuat oleh Steering Committe Kongres PAN, registrasi peserta dilakukan sejak tanggal 9 Pebruari 2020 dan ditutup hingga 12.00 Wita pada 10 Pebruari 2020 di tempat pelaksanaan kongres Hotel Claro-Kendari.

Kekisruhan terjadi karena peserta yang registrasi tidak terlayani dengan baik, bahkan ada banyak peserta yang ID card-nya tidak tersedia (disinyalir disimpan oknum panitia karena peserta tsb. dianggap pendukung petahana), padahal mendukung kandidat lain.

Peserta yang registrasi sesuai jadwal adalah pendukung MH, mengantri, menunjukkan KTP dan KTA. Pendukung petahana masih dalam perjalanan Makassar-Kendari.

Dari inforamsi yang diperoleh peserta pendukung petahana akan registrasi secara kolektif dan dilakukan bukan di tempat pelaksanaan kongres. Ini bentuk perlakuan diskriminatif yang membuat peserta marah dan mengamankan komputer registrasi karena petugas yang melayani tak menjelaskan banyak pertanyaan peserta.

Jadi yang dilakukan peserta karena reaksi dari perlakuan diskriminatif OC bidang registrasi yang sebagian besar berafiliasi ke pihak petahana. Untuk menghindari keributan, SC dan OC menyepakati untuk menghentikan registrasi dan semua registrasi bagi peserta diberikan perlakuan yang sama. Tidak ada REGISTRASI LIAR

Kronologi Soal Kericuhan Registrasi Peserta Kongres V PAN.

1. Berdasarkan agenda yang disusun oleh SC kongres V PAN di Kendari, pendaftaran peserta dimulai dari pukul 08.00 sampai 12.00 wita.
2. Pendukung Mulfachri Harahap dengan disiplin segera melakukan registrasi peserta pada panitia OC.
3. Dalam proses pendaftaran tersebut panitia terlihat kebingungan karena beberapa ID Card peserta tidak ada.
4. Masalah lain muncul karena muncul ID Card peserta tetapi foto yang tertera orang lain.
5. Selain itu ada nama peserta yang tidak terdapat dalam data komputer panitia.
6. Persoalan ini memicu peserta emosi, pasalnya panitia tidak mampu menjelaskan permasalahan tersebut. Sedangkan waktu sudah menunjukan hampir pukul 12.00 wita, artinya peserta bisa di diskualifikasi sebagai peserta kongres dan tentu hal ini sangat merugikan peserta.
7. Peserta merasa dipermainkan oleh panitia, dan untuk menjaga konsistensi pada aturan SC beberapa peserta menyegel 3 unit perangkat laptop dan berkas dari tangan panitia agar tidak disalahgunakan.
8. Perangkat laptop dan berkas tersebut kemudian diamankan dan meminta panitia menghentikan kegiatan registrasi peserta.
9. Belakangan di ketahui bahwa pendukung ZH telah melakukan registrasi. Bagaimana registrasi dilakukan? sebab pada saat yang sama peserta pendukung ZH masih berada di Makasar.
10. Setelah perangkat laptop dan berkas disegel, peserta melakukan presscon menjelaskan insiden tersebut.
11. Dalam keterangan persnya, Mulfachri Harahap mentebutkan registrasi di luar arena kongres adalah tindakan ilegal.
(Tim Media MH)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *