Misteri Kantor PAN

 

Sebenarnya kantor PAN dimana sih? Bingung di kop surat tertera di jalan Senopati tapi kok kalau daerah diundang di jalan Daksa. Demikian ungkapan teman-teman dari daerah jika berkunjung atau dipanggil DPP. Tapi kok verifikasi menjelang pileg alamatnya di Gatot Soebroto? Beberapa hari belakangan malah tersiar isue lempar pisau dari kubu ZH bahwa kantor adalah tanggungjawab ketua Fraksi, yang lebih keras isuenya mantan ketua Fraksi MH membawa lari uang untuk pembelian kantor sebesar 30M. Lempar-lemparan pisau dalam waktu belakangan ini dijawab oleh MH dengan santuy.

Tentang kantor DPP yang tugasnya ketua Fraksi. Periode yang lalu ada ketua Fraksi apakah membangun kantor? Yang terjadi adalah kantor perseorangan yang dipakai PAN, lalu diambil kembali PAN tetap tak punya apa-apa. Baiklah mari kita mulai membuka satu persatu benang kusut PAN.

Menjelang pemilu, Partai politik harus diverifikasi baik secara administrasi maupun faktual. Mulailah wajah ketua umum terlihat masam, pasalnya kantor PAN termasuk zona perumahan dan ditolak sebagai sarana perkantoran, dengan begitu PAN bisa gugur sebagai peserta pemilu 2019. Kalau difikir-fikir aneh juga partai menengah PAN dengan perolehan kursi 49 (hasil pemilu 2014) menjelang pileg masih belum punya kantor, sedangkan kita telah mengikuti pilkada serentak telah dua kali. Tapi malang tak tapat ditolak, kantor masih belum juga dimiliki PAN, dan hanya menempati rumah sewa yang disulap jadi kantor.

Tak berapa lama beredar sebuah desain gedung yang ‘katanya’ bakal calon kantor PAN, kata cerita gedung megah berlantai-lantai itu akan dibangun dalam waktu dekat dan menjadi kebanggaan PAN, dan tentu terletak didaerah strategis, dijantung kota, jalan Gatot Soebroto. Tetiba sampai waktunya verifikasi berbondong-bondong pengurus partai menghadiri peresmian sekaligus verifikasi faktual. Namun gedung itu katanya belum siap menjadi kantor yang permanen dan aktivitas kepartaian kembali ke jalan Senopati. Banyak orang bertanya sesungguhnya mengenai kantor yang begitu misterius.

Kisah kantor lalu dilupakan tertimbun hiruk pikuk persiapan pileg. Namun mencuat saat menjelang kongres. . Partai bisa ikut pemilu 2019.

Lalu peran MH tak di ekspose kendatipun hanya di internal partai, MH juga tidak unjuk diri telah menyelamatkan partai agar lolos ferivikasi pemilu 2019. Memang misteri kantor PAN terus menjadi bahan perbincangan bukan hanya dikalangan internal, tetapi menjadi perbincangan di eksternal, dimana sebenarnya kantor DPP PAN.

Jadi, sebenarnya siapa yang berperan menyelamatkan partai dan siapa yang merusak partai? Tentulah semua mafhum jika pihak kubu ZH memang menguasai partai sejak awal. Pengurus yang lain hanya pelengkap penderita. Cobalah tanya tentang kantor kepada pihak yang mengelola dana-dana pilkada. Bendahara saja tidak tahu. Apalagi hanya sekedar wakil bendahara. Ibaratnya mentimun bengkok yang kehadirannya tidak menambah hitungan alias tidak dihitung.

Nah, MH tidak berkoar telah menyelamatkan partai dari garis kuning KPU, partai lolos dengan alamat kantor PAN di jalan Gatot Soebroto. MH pun tak meminta panggung, lalu ketua umum yang sekaligus ketua MPR ngapain aja selama ini? ***

Medio jelang kongres

TEH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *