Mutiara Itu Tak Akan Tertukar Imitasi

 

Oleh : Eneng Humaeroh, DPP PAN

Calon ketua umum MH semakin berkibar, dalam setiap konsolidasi ke daerah selalu disambut ramai kader daerah. Kenapa demikian? Sebab banyak orang penasaran dengan sosok MH yang sering dikabarkan bertampang kaya preman, pemarah dan mudah ngamuk. Jadi banyak orang ingin membuktikan isu itu.

Setelah bertemu dan berdialog, banyak orang terpukau menyaksikan penampilan MH, dia menuturkan rencana program ke depan dengan runut, detil dan sangat memahami platform partai, idiologi dan aturan yang tertuang di dalam AD/ART. MH melayani setiap pertanyaan dengan apik, logis dan rinci. Paparannya sangat masuk akal dan terukur tidak mengada-ada apalagi berkhayal, jauh dari asbun..

Rencananya ke depan, MH ingin publik mengenal bendera biru berlambang matahari, bukan sebatas mengenal ketua umum saja alias narsis. Tak heran dalam vidio profil yang beredar tak ditemukan tampang MH sendirian selalu bersama kader yang lainnya. Baginya prinsip kebersamaan bukan lips servis atau omdo saja tapi ingin diwujudkan dalam bentuk yang real.

MH merasa biasa-biasa saja, katanya kalau bukan jasa pak Amien Rais ia tak akan pernah menjadi seperti sekarang, maka tugasnya ke depan adalah mencetak sebanyak mungkin kader PAN yang menjadi tokoh, sebagaimana potensi anak-anak muda yang hari ini ada di PAN memiliki potensi yang besar dan merupakan bibit tokoh.

Kembali ke soal tampangnya yang katanya pemberang atau pemarah. Sebagai manusia biasa MH tentu saja bisa marah tapi marah itu pasti ada penyebabnya. Kenyataan yang ada, adalah MH yang sering repot mengurusi personal tim jangan sampai kerja kelelahan, kekurangan asupan gizi atau sakit makanya selalu ada dokter tim. bahkan soal kendaraan saja sangat peduli. Pernah suatu ketika hotel tempat menginap fasilitasnya kurang bagus, MH sampai ikut repot menyiapkan tempat menginap yang layak untuk sang pendiri partai tanpa menyalahkan pihak hotel, dia dengan santuy dan tak mempermasahkan problem lapangan seperti itu. Dan yang lebih mengherankan MH selalu mengutamakan menggunakan jasa pengusaha lokal atau pribumi walaupun harganya mahal. Berapapun harga makanan asalkan itu bisnis orang pribumi MH tak tanggung-tanggung untuk memborong. Ia menjauhi sikap prestige.

Bahkan seringkali duduk-duduk kongkow-kongkow dengan santai bersama para kader, bercerita dan tertawa lepas tanpa beban. Tim yang mendampingi pun merasa nyaman dan enjoy dalam setiap perjalanan. Tidak ada jarak antara MH dengan pendukungnya, lha, katanya MH itu pemarah. Sampai ada yang menuding MH tukang tunjuk dan ngamukan, sampai katanya semua orang di fraksi tahu. Ya mungkin dia punya salah yang fatal sehingga MH marah.

Banyak sudah orang membuktikan MH itu friendly, suka mendengarkan, mau menerima pendapat orang bahkan sangat menghargai perempuan, menghargai orang daerah dan berbicara apa adanya. Semua isu yang disebarkan terpatahkan. Jadi semakin menyebarkan isu semakin orang dekat dengan MH. Ibarat bumerang setiap tuduhan berbalik dan membuat kalut penuduhnya.

Ibarat mutiara tak akan tertukar dengan imitasi. MH tampil percaya diri, enjoy, intelek dan milenial. Ke depan MH akan menjadi magnet partai, sebab orang akan jenuh dengan sikap gaya-gayaan, sok elit dan munafik. Orang tentu tidak akan suka dengan gaya yang elitis namun miskin gagasan, sok moralis tapi broker rekomendasi, mengecilkan partai bahkan tukang sebat fitnah, playing victim. Sudah tak akan laku.

MH makin di bully, makin dicari, makin dikecilkan semakin besar namanya. MH tetaplah MH yang tidak suka cuap-cuap tanpa bukti, berpendirian tegas tak suka dibisik-bisik juga selalu minta diingatkan jikalau berbuat salah. MH, Mewujudkan Harapan masa depan PAN. Penulis sudah membuktikan bahwa MH bukan seorang pemarah, tegas atau nada keras menunjukan ia punya kualitas.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *