Pak Presiden , Tolong Tertibkan Para Buzzer Itu !

 

Oleh :Eneng Humaeroh, MA.

Dua hari ini jagat maya dihebohkan dengan viralnya aksi seorang dokter bergaya nge-punk. Tapi bukan soal style punk-nya yang ingin penulis sampaikan, tetapi dua pernyataan yang disampaikan bertolak belakang, melalui akun medsos.

Bahwa pernyataan awal begitu ngotot mendukung pemerintah lalu kemudian ngotot menekan pemerintah untuk segera lockdown. Natizen serta merta memuja memuji aksi super heroic, yang dalam vidionya ia menyampaikan bahwa harus bedrest karena terpapar covid 19, sang pejuang pun menyampaikan statement hebat. Iya super hero.

Public memang tidak mudah dibodohi dengan acting super hero, akhirnya sang dokter yang ternyata influencer dengan budget 72 M. Promo pemerintah untuk sector pariwisata ditengah merebaknya wabah corona dengan total anggarfan Rp 298,5 miliar.

Propaganda Indonesia bebas corona dengan mengundang wisman asing tentu bukan sebuah kebijakan cerdas. Ini mengundi nasib rakyat, alih-alih mendapat keuntungan dari sector tersebut, malapetaka yang didapat. Bencana covid 19 tidak dapat dibendung.

Siapakah sebenarnya sang influencer tersebut? Biar narizen yang mencari tahu, penulis hanya menyayangkan pernyataan konyol dalam aksinya, bahwa pemerintah harus lakukan lockdown selama 5 hari. Pernyataan yang bertolak dengan rekan sejawatnya para dokter. Oh iya, di Indonesia punya IDI dengan ribuan dokter yang memiliki kapasitas yang mumpuni yang tetap dengan pendiriannya bahwa isolasi itu berlaku selama 14 hari, demikian juga dalam undang-undang tidak boleh kurang dari 14 hari.

Lepas dari aksi-aksi super hero yang sengaja diviralkan para buzzer atau sebagian natizen yang kadung jatuh suka, penulis ingin menyampaikan bahwa, tim medis yang menjadi prajurit terdepan dalam melawan wabah corona ini terus menjerit. Perang tidak bisa menggunakan tangan kosong, APD yang masih dibawah standar, tenaga medis yang masih sangat kurang di daerah-daerah diluar Jakarta, rapid test, obat-obatan juga fasilitas lainnya. Maka tak heran korban meninggal masih terus berjatuhan termasuk para dokter yang pada akhirnya terpapar wabah covid.

Disaat genting, lucu saja tiba-tiba datang seorang yang begitu heroic seolah yang paling terdepan menjaga negeri ini dari ganasnya wabah. Padahal sedari awal para dokter sudah bekerja dengan sangat keras, sudah menyampaikan permohonan untuk segera ditetapkan situasi darurat dan meminta fasilitas yang cukup untuk menyelesaikan wabah, mana buktinya?

Pak presiden, tolong dikaji kembali, tertibkan para buzzer, jangan lagi membuat kekacawan di jagat maya yang bisa mengganggu konsentrasi para ilmuwan bekerja menyelesaikan tugasnya. Biarkan para ilmuwan mencari obat dan vaksin yang bisa melawan wabah corona, biarkan para dokter bekerja dengan keilmuannya dan kita percayakan bahwa dokter kita pasti mampu menjaga Indonesia dari wabah ganas ini.

Lindungi para dokter dengan kebijakan yang bapak buat. Kebijakan ya pak, bukan hanya pernyataan saja. Kebijakan yang harus segera bapak ambil bersama para wakil rakyat. Bapak dan para wakil rakyat dipilih rakyat dan sekarang lindungilah rakyat dengan kebijakan bapak melindungi mereka.

Pak, kita tengok,

UU No. 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan :

1.  Kekarantinaan Kesehatan adalah upaya mencegah dan menangkal keluar atau masuknya penyakit dan/atau faktor risiko kesehatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat.

2. Kedaruratan Kesehatan Masyarakat adalah kejadian kesehatan masyarakat yang bersifat luar biasa dengan ditandai penyebaran penyakit menular dan/atau kejadian yang disebabkan oleh radiasi nuklir, pencemaran biologi, kontaminasi kimia, bioterorisme, dan pangan yang menimbulkan bahaya kesehatan dan berpotensi menyebar lintas wilayah atau lintas negara.

3. Pintu Masuk adalah tempat masuk dan keluarnya alat angkut, orang, dan/atau barang, baik berbentuk pelabuhan, bandar udara, maupun pos lintas batas darat negara.

4. Alat Angkut adalah kapal, pesawat udara, dan kendaraan darat yang digunakan dalam melakukan perjalanan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

5. Barang adalah produk nyata, hewan, tumbuhan, dan jenazah atau abu jenazah yang dibawa dan/atau dikirim melalui perjalanan, termasuk benda lalatyang digunakan dalam Alat Angkut.

Dan sesuai UU no 6 Tahun 2018 pasal 55, maka PEMERINTAH PUSAT yang harus menanggung kebutuhan hidup dasar orang dan makanan hewan ternak yang berada di wilayah karantina tersebut.

Pak presiden, coba lihat sudah banyak wilayah-wilayah yang me-lockdown sendiri, tidak lagi mendengarkan anjuran bapak. Mereka lockdown karena sudah tahu resiko besar yang akan terjadi.

Sementara bapak masih saja belum memutuskan. Bapak tinggal jalankan undang undang ini, lockdown Indonesia, selamatkan Indonesia dari corona, siapkan bakan makanan untuk rakyat selama berlakunya lockdown dan suruh diam para buzzer, dan Bapak tetap Presiden RI.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *