Pariwisata Danau Toba perlu didukung industri ekonomi kreatif

IndonesiaPress.net, Samosir – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Sutan Adil Hendra menginginkan berbagai pihak untuk mendorong sektor ekonomi kreatif sebagai upaya mendukung rencana pemerintah yang menjadikan Danau Toba sebagai Kawasan Pariwisata Strategis Pariwisata Nasional.

“Setelah wisatawan meningkat dampaknya juga perekonomian warga sekitar tempat wisata membaik dan akan membuka lapangan kerja baru. Tinggal Badan Ekonomi Kreatif sering memberikan pelatihan kepada masyarakat sekitar untuk kriya, kuliner dan fesyen,” kata Sutan Adil Hendra dalam rilis yang diterima di Samosir, Sumatera Utara, Selasa.

Menurut Hendra, meski akses dan konektivitas langsung ke Danau Toba sudah dibenahi, tetapi perlu pula pengembangan sektor ekonomi kreatif untuk mengemas produk terkait yang ditawarkan dalam pariwisata tersebut.

Ia mengemukakan, salah satu produknya bisa berbentuk kuliner, kriya, atau fesyen, bahkan juga hingga keramahan daerahnya.

“Karenanya, kami terus mendorong masyarakat sekitar harus dibekali kemampuan mengemas produk dengan baik,” kata politisi Partai Gerindra tersebut.

Dengan pembekalan dan pelatihan tersebut, lanjutnya, diharapkan juga akan meningkatkan dan menarik wisatawan yang akan datang ke Danau Toba.

Sebagaimana diwartakan, Pemerintah melakukan berbagai program meningkatkan pariwisata di sekitar Danau Toba, termasuk mempercantik dermaga, membangun “waterfront city” (penataan kawasan tepi danau), serta membangun Jembatan Tano Ponggol sebagai ikon wisata.

“Di Tomok (daerah di sekitar Toba) ada beberapa hal yang harus kita kerjakan terutama penataan Tomok sendiri. Di sana ada tiga dermaga yang akan kita kerjakan, kalau dermaganya itu mungkin tahun 2020 karena musti didesain dulu,” kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat meninjau pulau Samosir, Senin (29/1).

Menurut Basuki Hadimuljono, di antara ketiga dermaga tersebut akan dihubungkan dengan jalan pedestrian sehingga orang juga bisa melintasi di atas Danau Toba.

Selain itu, ujar dia, ada beberapa pasar yang oleh pihak pemda akan dipindahkan sehingga akan ditata sebagai kawasan wisata termasuk pasar suvenir.

Sedangkan di daerah Pangururan, lanjutnya, akan dilakukan penataan Kampung Ulos Hutaraja di mana beberapa rumah di daerah pusat tenun di Samosir itu akan direhabilitasi.

“Kemudian ada waterfront city di Pangururan akan di desain dulu,” katanya.

Sementara di Tano Ponggol akan dibangun Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter untuk menggantikan jembatan lama. Jembatan ini nantinya akan menjadi ikon wisata baru Danau Toba karena disamping desainnya artistik, bagian bawah jembatan akan dapat dilewati kapal wisata sehingga dilakukan pelebaran dan pendalaman alur oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera II.

Saat ini, alur Tano Ponggol mempunyai lebar rata-rata 25 meter dalam kondisi dangkal dan di beberapa bagian mengalami penyempitan hingga tinggal 8 meter. Alur Tano Ponggol akan dilakukan pelebaran menjadi 80 meter sepanjang 1,5 kilometer.

“Ini kan (jembatan yang lama) tidak bisa lewat perahu, maka akan kita coba lebarkan 80 meter dasarnya kita dalam kan, dan jembatannya juga akan kita bikin supaya kapal pesiar juga bisa keliling Pulau Samosir secara penuh. Ini saya kira akan kita kerjakan dan sekarang sudah 74 persen tinggal nanti sampai akhir tahun bisa selesai,” ucapnya.(ANT)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *