Pentingnya Intelektual Dan Personality Seorang Ketua Umum Partai

 

PAN sangat terbiasa dengan diskusi yang keras dan adu argumentasi dan jauh dari sikap egosentris. Mulfachri mampu membangun kembali dialektika logis diantara kader dan pemimpinnya.

Oleh : Eneng Humaeroh, Bendahara DPP PAN

INDONESIAPRESS.NET,-Ada yang lucu dan unik dalam pertemuan kader PAN Se-Sulawesi yang digelar pada 23 Desember lalu di Makasar, yakni beberapa ungkapan yang disampaikan oleh kader-kader PAN mengenai sosok Mulfachri Harahap, yang notabene seorang yang berdarah Sumatera, katanya bang Kimung, sapaan akrab Mulfachri dikabarkan sesosok lelaki yang bertubuh besar dan menakutkan. Nyatanya seorang Kimung adalah sesosok yang bertubuh tegap dan stylish, balutan kemeja biru yang dikenakannya membuatnya Nampak elegan ditengah-tengah para pendukungnya. Mafhumlah semua orang tahu bahwa bang Kimung ini mantan juara dunia pencak silat pada usia yang relatif sangat muda, 19 Tahun, yang tentunya style pendekar itu melekat dalam penampilannya. Tak heran jika pada saat reformsi bang Kimung selalu mendampingi Amien Rais dan selalu menjaga keamanan sang pendiri partai reformis ini. Sikap hormat ini sampai sekarang tetap melekat seperti keajrihan dan akhlak anak muda terhadap orangtuanya.

Selain keheranan para kader se-sulawesi mengenai issue yang beredar bahwa sosok Kimung itu menakutkan, para kader pun begitu tersirap dengan cara berfikir Mulfachri yang sangat cerdas, menguasai permasalahan hukum, moral dan peradaban dunia, permasalahan kehidupan sosial di dalam berbagai perspektif, bahkan originalitas gagasannya dalam membangun partai diurai secara runut dan detil berdasarkan mekanisme kepartaian. Jadi kata bang Kimung, menjalankan roda organisasi besar seperti partai PAN harus patuhi rambu-rambu atau ketetapan hukum yang berlaku, semisal keputusan kolektif kolegial yang diambil harus berdasarkan AD/ART partai.

Seorang pemimpin dituntut kemampuan mengurai permasalahan dan pemecahannya yang dapat dipahami oleh publik, Mulfachri mampu menunjukan itu secara tegas dan logis, bukan berdasarkan perkiraan dan uji coba. Dalam dialog bersama kader se Sulawesi Mulfachri tampil apa adanya, namun dengan sikap yang low profil itulah sangat tampak kekuatan intelektualnya, kecerdasan interpersonal bahkan wibawa seorang leader yang penuh dengan gagasan brilliant terpancar seperti pancaran emanasi.

Banyak kader PAN yang rindu dengan dialektika rasional dan ideal dalam menyikapi berbagai persoalan internal partai, karena karakter PAN adalah matang dalam dialog, original dalam pemikiran, jauh dari aroganitas dan penguasaan panggung serta loyo dalam berdiskusi. PAN sangat terbiasa dengan diskusi yang keras dan adu argumentasi dan jauh dari sikap egosentris. Mulfachri mampu membangun kembali dialektika logis diantara kader dan pemimpinnya. PAN kedepan memerlukan pemimpin yang kuat secara intelektual, tegas, mampu membuat dialog yang horizontal dan vertical, mampu melibatkan setiap potensi sumber daya untuk membangun dan membesarkan partai serta berakhlak dalam sikap dan kepribadiannya, dengan akhlak seorang pemimpin konsekuen terhadap aturan dan norma yang telah dibangun bersama.

Dalam kongres V PAN yang akan datang, adalah hajat perhelatan PAN dalam menemukan ketua umum yang akan melanjutkan nakhkoda kapal besar PAN menuju peradaban dunia dan seluruh kader dari Sabang sampai Merauke rindu seorang Ketua Umum yang memiliki kecakapan luar biasa, memiliki sikap dan bahasa tubuh yang elegant, memiliki kecakapan personality, memiliki kemampuan kecakapan menggarap potensi sources kader partai, mampu berkomunikasi secara verbal baik di internal partai maupun dengan publik secara umum, faham masalah hukum sehingga bijak dalam menyelesaikan problematika internal berdasarkan aturan hukum yang berlaku.

Dengan tanpa membesar-besarkan seorang Mulfachri atas kriteria yang kita perlukan dalam memilih nakhkoda PAN, dan berdasarkan model dialog yang dibangun Mulfachri serta pandangan para kader-kader yang telah bertatap muka langsung dengan Mulfcahri, sungguh sangat layak Mulfachri memimpin partai PAN kedepan. Karena seluruh kriteria yang dibutuhkan dalam membesarkan PAN kedepan melekat dalam pribadi seorang Mulfachri Harahap yang selagi muda membangun PAN sejak dewasa membesarkan PAN dan dengan kematangan intelektualnya siap membawa PAN menuju peradaban masa depan***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *