Sabotase #KongresPAN ( bagian 2 )

 

INDONESIAPRESS.NET, KENDARI,-Kongres hari kedua dilaksanakan masih belum clear mengenai kepesertaan. Terjadi double Id Card kepesertaan banyak di cetak doule. Hari Senin malam SC telah rapat dan sepakat menetapkan kepesertaan kongres tetapi ketika registrasi kubu DC yang mewakili kubu ZH mengkhianati kesepakatan yang telah dibuat bersama sehingga kembali memicu dinamika yang cukup keras.

Kericuhan terjadi saling dorong antar dua kubu yang keras. Kubu Zulhas tiba-tiba berteriak aklamasi dan langsung pemilihan ketua umum. Dan itu menyalahi ketetapan SC. Peserta yang lain bertahan tetap sesuai kesepakatan SC, disinilah sangat lemah peran ketua SC. Sedari awal Edy Soeparno diingatkan agar netral, jika menjadi ketua SC maka harus netral tidak boleh menjadi timses.

Dan yang lebih lucu OC mencetak dan memberikan Id Card kepanitiaan kepada preman-preman yang tiba-tiba datang dalam arena kongres sedangkan panitia OC yang di SK kan di DPP banyak yang tidak diberangkatkan. Id Card tanpa foto itu disinyalir dibawa seorang keamanan simpatik bernama Tumnidar. Seharusnya keamanan Simpatik mensteril orang-orang gelap dalam kongres kok ini malah memasukan preman ke dalam arena kongres.

Ditengah-tengah perdebatan peserta kongres yang ingin dilaksanakan sesuai agenda SC, ZH sang petaha mendatangi para pendukungnya yang duduk dibaris kedua setelah deretan kursi utama, lalu berbisik-bisik kepada beberapa orang yang mengerumuninya, dan terdengar ucapan, siap…..siap ketua….. Dan orang-orang yang mengerumuninya kemudian kembali ke bangkunya masing-masing.

Peserta kembali bersitegang dengan SC. Dan peserta menginginkan ruangan di steril, hanya peserta yang boleh berada di ruang persidangan. Pada saat itu MH yang sedari tadi menyaksikan ketidaberesan status kepesertaan itu keluar dari ruang sidang, sedangkan ZH dan kandidat lainnya tetap diruangan sidang.

Setengah jam kira-kira MH keluar dari ruangan, terjadilah baku hantam. Kursi melayang dari arah pendukung ZH kepada pendukung MH. Suasana gaduh tak bisa dihindari, dan Riski Sadiq ketua Tim Pemenangan MH dilempar dengan kursi. Saleh La Ela yang tidak jauh dari Riski segera ambil tindakan dan kursi mengenai tubuh Saleh La Ela, dan langsung tersungkur, kakinya patah dan segera dibawa untuk mendapat pelayanan medis. Selain itu beberapa peserta pendukung MH berjatuhan terkena lemparan kursi.

Lalu, apakah cara-cara preman pendukung ZH dianggap pantas? Dan kejadian itu terjadi setelah ZH memberikan intruksi. ZH bukan hanya licik dengan mengelabui tim MH saja tetapi juga kepanitiaan OC yang memasukan preman dan membuat keributan di ruang persidangan. ZH, sabotase kongres dan masih terus melakukan manuver licik. Semoga Allah menyelamatkan kami semua. Aamiin ya Allah….

 

(Tim Media MH )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *