Setia Bersama MAR

 

Oleh : Eneng Humaeroh, DPP PAN

 

 

Kalau ada yang mengatakan Amien Rais itu cawe-cawe urusan internal PAN itu jelas ucapan yang keliru. Apalagi jika ada yang mengatakan Amien Rais itu membayang-bayangi PAN itu berarti orang bodoh yang tidak mengerti warna PAN, jaket biru yang dikenakannya berarti biru palsu. Kenapa begitu? Karena ada kesejarahan yang melekat antara Amien Rais dengan PAN, darah Birunya Amien Rais sama dengan Merah darahnya Megawati dg PDIP, faham mengapa Megawati itu identik dengan PDIP? Jika Megawati melepas PDIP maka tak ada lagi karakter PDIP di dalam PDIP itu sendiri. Demikian pula seorang Amien Rais, jika Amien Rais di usir dari rumah yang dia bangun sendiri, sebutan apa yang pantas bagi si pengusir itu?

Maka saat ada yang mengatakan “Ingin melepaskan bayang-bayang Amien Rais dari PAN” itu artinya majnun murokkab. Amien Rais ya PAN. Dia akan terus mengawal partai biru ini jangan sampai terbelah, jangan ada darah bercecer di dalam lambang biru matahari. Lahirnya PAN adalah wujud dari bentuk cita-cita Amien Rais yang ingin menegakkan demokrasi yang utuh di negeri ini. Konyol jika tiba-tiba PAN ingin berbalik pada model demokrasi orde baru yang penuh dengan koalisi famili. Alasan Amien Rais dengan ketua umum satu periode itu jelas latar belakangnya dan tujuannya dalam membangun partai. Ia juga mengatakan dalam sebuah joke, katanya, “Seekor anjing tidak akan menggigit tuannya sendiri”.

Kiprah Amien Rais tidak bisa dianggap sepele, sebagai tokoh 50 pembaharu dunia, ia pasti telah mempertimbangkan setiap keputusan dalam mendampingi partainya. Ia bisa saja menghentikan lajunya seseorang yang keluar dari _track of law_-nya PAN dengan cara yang kasar sekalipun, namun ia demokratis sejati yang akan tetap mengikuti pemufakatan yang telah disepakati bersama dalam bentuk rambu-rambu kepartaian. Tapi ia tidak akan rela jika partai yang ia dirikan menjadi tempat bersarangnya para penyamun.

Pun dalam _family ownership_, toh Amien Rais tidak ngotot kepinginan anaknya jadi Ketum. Tapi sungguh ia memikirkan transformasi kepemimpinan ini akan dilanjutkan pada siapa agar partai ini punya gigi ke depannya. Sosok yang tangguh dalam mengelola partai sehingga sikapnya teguh tidak mbalelo. Partai bersikap yang bergoyang-goyang membuat kadernya sedikit mabok. PAN menjadi abu-abu dan tak biru menjadikannya antidifferensiasi. Amien berharap ke depan PAN tetap dengan karakter dan cita-cita reformasi.

Menilik dari berbagai perspektif yang berkembang secara nyata, Amien Rais menunjukan kepercayaannya dan keyakinannya kepada sosok Mulfachri Harahap (MH), ia terang melihat ketangguhan dan pekerti yang dimiliki MH. Sosok yang sejak muda mendampingi Amien Rais dalam pergolakan bangsa saat reformasi. Kesetiaan dan ketangguhan MH tak diragukan lagi, namun Amien Rais tetap mewanti-wanti agar PAN dijaga sebaik-baiknya, bersih-bersihkan PAN dari para penyamun.

MH, memang tidak banyak bicara, ia lebih menyukai bekerja dan cenderung tanpa basa basi. Wajahnya tegas mencerminkan kesungguhan dalam menghadapi tantangan. MH telah matang dalam berkiprah di bidang politik praktis. Iapun sangat memahami bidang hukum, tak heran jika ia betah di komisi III DPR RI. Jika berbicara tampak kewibawaannya. Penguasaannya dibidang hukum sudah tidak diragukan lagi. Selain itu MH menapaki karir politiknya dari bawah, dan jejak perkaderannya dapat dengan mudah dilacak. Darahnya murni biru Muhamadiyah.

Memang jika belum mengenal MH, sedikit rasa sungkan, tetapi nyatanya banyak orang bersaksi jika seorang MH orang yang peduli dengan hal-hal yang prinsipil, seperti melunasi kewajiban salah satu DPW yang rekomendasi pilkada-nya ditahan DPP karena tidak bisa membayar kewajiban, padahal DPW itu bersebrangan sikap politiknya dengan MH. Ia seorang yang merangkak dari kader bawah dengan melalui berbagai seleksi alam ketangguhannya semakin nampak. Dengan itu pula ia banyak melihat nyata para kader PAN yang potensial namun banyak kader yang tidak diberi ruang dan kesempatan sehingga potensi kader menguap dan berlalu begitu saja. Padahal, katanya jika kader diberi panggung yang cukup maka akan banyak kader PAN yang bisa jadi tokoh besar.

MH, Menuju Harapan, bersama MAR kami sami’na wa ato’na. Sudah saatnya MAR tenang memandangi perahu PAN berlayar dengan gagahnya. Agar PAN utuh sebagai partai yang independen, tegak lurus sesuai cita-cita primordialnya, ingin mewujudkan kedaulatan dan turut menciptakan peradaban dunia.

Para kader murni bukan karbitan, yakin keputusan MAR menunjuk MH adalah tepat, banyak kesaksian tentang kesetiaan MH kepada MAR. Kesetiaan itu mahal harganya. Kami juga setia pada MAR dan akan terus bersama MAR. Kesetiaan itu adalah kekuatan, spirit dalam membangun. Banyak kader yang berharap PAN memiliki pemimpin yang setia dan tangguh, serta menghargai kerja-kerja politik bukan pemimpin yang menghargai berapa besar setoran. Wallahu’alam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *