Sosok Pak Harto Di Mata Mariska Lubis

 

Thread oleh : @Mariska Lubis

1. Mumpung lagi banyak yang bercerita tentang Pak Harto, saya ceritakan sedikit saja pengalaman pribadi mengapa saya masih menghormati beliau, terlepas dari soal urusan kekuasaan dan lainnya, bagi saya beliau adl presiden yg paling kuat strategi politik ekonominya.

2. Kita bisa melihat dari cara beliau menempatkan Duta Besarnya di berbagai negara. Di setiap acara Internasional, Pak Harto harus datang masuk acara di posisi maksimal urutan ke 5. Ini simbolis urutan penghormatan negara asing thdp Indonesia, bukan sekedar kocok dadu.

3. Sejak reformasi, mana ada presiden yang sanggup mendapatkan urutan 10 besar masuk ke dalam ruang acara Internasional. Foto2 di dalam bukan bukti keberhasilan dan kehormatan. Kerja keras lobby para Dubes dibuktikan pada urutan protokoler ini.

4. Pak Harto selalu ingat semua surat dan berkas yg disampaikan kepada beliau. Baca satu-satu, tidak pernah orat oret, tapi selalu menulis di atas kertas lain untuk menolak/menyetujui. Naskah pidato saya pun beliau baca dan ingat! Sampai sakit perut saya pun.

5. Pak Harto tahu persis bagaimana sy pun banyak mengkritik, dan keluarga saya bisa dibilang, musuh banget, deh! Namun, bukan berarti tidak bisa kerjasama untuk hal yang baik. Malah Pak Harto memberikan sy peluang besar untuk meraih ilmu dan prestasi.

6. Pak Harto tidak pernah bilang tidak untuk semua ajuan seminar, acara, dan kegiatan apapun di luar negeri, sy diberikan kemudahan. Sy masih ingat beliau berkata sambil menepuk bahu saya, “Nak, biar bagaimanapun kamu itu seorang Lubis. Kamu harus tetap jaga itu”.

7. Coba sekarang, beda pandangan, beda prinsip, tidak sanggup dan memiliki keberanian untuk bersatu untuk hal yang besar. Ribut saja terus mempertahankan ego masing2, tidak tahu cara berkomunikasi. Sama sekali tidak berkelas!

8. Bila ada yang paham sebenarnya mengapa beliau mengundurkan diri saat reformasi, bukan karena desakan dari mahasiswa, tapi karena menolak menandatangani sebuah perjanjian moneter internasional, utk menjaga kehormatan NKRI, apa tidak malu semua yg sudah memaki?

9. Inilah sebabnya saya berusaha untuk selalu berpikir panjang dan mencari tahu dulu hulu dan akar permasalahan, bukan hanya terbawa arus isyu yg sengaja diciptakan. Saya tidak mau zalim hanya karena sok tahu. Coba pikirkan kembali yah.

10. Tidak bisa kita pun memiliki presiden spt Pak Harto kembali, banyak yang berubah, kita harus memiliki pemimpin yang lebih kuat dari beliau, yang memiliki strategi yang lebih visioner jika ingin maju, namun kita bisa belajar banyak dari beliau. Semoga berguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *