Spektrum Nalar Terhadap Hilangnya Sebuah Palu Sidang

Apabila naluri tidak terpuaskan maka terjadi sublimasi dalam tindakannya. Reaksi dari sublimasi adalah defense mekanisme (bela-diri) dan kegagalan mengalihkan dorongan naluriah yang tertekan berupa kecemasan akut.

Oleh : Eneng Humaeroh
Bendahara DPP PAN

INDONESIAPRESS.NET,- Media masih belum usai menyoroti kisah kisruhnya Rapat Harian DPP PAN. Kubu Zulhas melakukan pembelaan terhadap tindakan Zulhas yang membawa lari palu sidang dengan berbagai alasan. Namun jika kita menganalisa mengapa rapat harian itu kisruh? Tentu terdapat musabab yang menjadi penyebab bereaksinya para peserta rapat, sebab rapat ini sangat penting yakni menghadapi agenda lima tahunan kongres V untuk menentukan masa depan PAN.

Ketidakpuasan peserta rapat yang menginterupsi keabsahan peserta rapat karena terdapat nama-nama baru dalam daftar hadir dan dicoretnya sepuluh orang pengurus harian DPP tanpa mekanisme hukum yang berlaku dan dilakukan secara sepihak, bahkan dihari-hari terakhir menjelang rapat harian Zulhas masih melakukan pencoretan terhadap pengurus harian dan diganti sesuai apa yang dikehendakinya.

Pemecatan sepihak ini tidak dapat diterima begitu saja, karena jelas melanggar Anggaran Dasar Pasal 46 tentang mekanisme Penggantian Pengurus Antar Waktu. Protes yang tidak ditanggapi bahkan menutup ruang dialog menjadikan api dalam sekam menjadi berasap, ditambah lagi Zulhas mengambil keputusan sepihak dalam agenda penting penetapan Kongres tanpa mendengarkan keberatan peserta rapat. Dan yang lebih parah lagi ketika kisruh suasana rapat Zulhas masih menetapkan sendiri panitia kongres dan segera mengetuknya tanpa peduli interupsi yang disampaikan puluhan peserta rapat.

Ada yang aneh dalam peristiwa seperti ini, nalar kita segera saja bekerja secara otomatis. Nalar bertemu dengan naluri dalam suatu satu spektrum yang sama namun naluri adalah yang terendah dalam proses evolusi. Dengan latarbelakang naluri, nalar timbul sebagai suatu adaptasi paling akhir dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya.

Donald B. Calne mengatakan bahwa setiap orang dianugerahi rangkaian gen yang rumit, sangat menentukan dan tak terhapuskan suatu rancangan evolusi dari dorongan naluri. Gen merupakan pembentuk struktur dan kendali fungsi sel yang secara genetis diaktifkan untuk mendapatkan tujuan-tujuan tertentu, hal ini disebut prilaku naluriah berdasarkan suatu pola.

Pola dapat berubah karena persentuhan dengan lingkungan, banyak prilaku yang disebabkan faktor gen, rangsangan eksternal sebagai jawaban dari kebutuhan serta emosi, sejarah dan latar belakang budaya. Apabila naluri tidak terpuaskan maka terjadi sublimasi dalam tindakannya. Reaksi dari sublimasi adalah defense mekanisme (bela-diri) dan kegagalan mengalihkan dorongan naluriah yang tertekan berupa kecemasan akut.

Apa problem psikologis yang dihadapi Zulhas terhadap peserta rapat sehingga membawa kabur palu sidang? Jika merujuk teori nalar diatas, Zulhas memiliki rasa cemas yang mencapai titik sublimasi. Tingkat kekhawatiran yang tinggi menyebabkan suatu tindakan irasional ia ambil tanpa memperhitungkan akibat yang muncul setelahnya. Maka tak heran apabila publik mempertanyakan kekonyolan Zulhas yang balik badan saat ricuh terjadi bersama palu sidang. Kisah raibnya palu sidang pada rapat harian DPP PAN menjadi preseden buruk terhadap rencana pelaksanaan kongres PAN yang akan datang. Kegagalan memahami mekanisme rapat internal partai bukan persoalan kecil dalam bangunan besar demokrasi, sebab penyimpangan moral ini boleh jadi merupakan cerminan bangunan peradaban bangsa yang gagal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *