Tani Gotong Royong Hanya Bermodal Goceng

 

 

@Berkarya_info

 

 

1. Yang sering diungkap pemuda yang berkeinginan untuk bertani adalah : lahannya mana? Modalnya mana? Tahap berikutnya ; pasarnya tak stabil, hasilnya minim, resiko kerugian tinggi dst dst. Kalau hanya masalah yg dikedepankan, lalu kapan mulainya ?

2. Padahal kita bangsa indonesia ini memiliki spirit kearifan lokal ; Gotong Royong, yang hal tersebut sangat bisa diimplementasikan dalam kegiatan pertanian. Tani Gotong Royong Modal Goceng adalah program yang mengadopsi spirit Gotong Royong tersebut.

3.Program tani Gotong Royong Modal Goceng bertujuan untuk mengajak pemuda agar lebih mengetahui potensi dari sektor pertanian dengan cara praktek lagsung dan meminimalisir resiko kerugian bagi calon petani baru.

4. Komoditi yang dipilih dalam program Tani Gotong Royong Modal Goceng adalah : penanaman Singkong. Satu batang bibit singkong dihargai 5000 rupiah (goceng) sudah termasuk perawatan hingga panen, dan siapa saja bais turut serta dalam program tersebut , pun hanya patungan satu batang bibit singkong

5. Usia panen singkong 11 bln Keuntungan jika dihitung diar nilai patungan yang dikeluarkan adlh 20% selama 11 bln dihitung dari berapa nilai patungannya. Syarat utama mengikuti program ini adalah peserta turut serta dalam penanaman perdana serta mengontrol tanamannya minimal 3X sampai panen.

6. Populasi singkong 1ha itu bila ditanam 50cmx50cm – 1mx1m,
Itu bisa 10rb -20rb batang ditanam 1 pohonnya bisa panen 5kg saja( singkong gajah min.8-10kg/phn)
anggap 5kg x 10rb pohon : 50.000 kg kalikan saja 1000/kg : 50jt, Inilah yg akan dibagi ke semua pihak

7. Program Tani Gotong Royong Modal Goceng perdana yang akan dilaksanakan di Hambalang ini bertujuan sebagai percontohan agar dapat diterapkan di manapun dan dengan semangat gotong royong dapat dilaksanakan oleh siapapun.

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *