ZH, Ada Apa Dengan Pendukungmu

 

Ribuan orang sudah berkumpul di Kendari, kota kecil di Sultra dengan segala keterbatasannya untuk menghadiri hajatan besar. Ya hajatan besar di kota kecil. Yang sungguh tidak terjangkau oleh para kaders di seluruh penjuru Indonesia. Hingga tanggal 12 tiket kelas ekonomi sudah terjual dan banyak kaders yang tidak bisa menghadiri dan bergembira di hajatan yang ditunggu-tunggu dalam setiap lima tahun.

Vidio beredar klaim dukungan, bila tak ada ya foto lama dengan editan baru bolehlah di viralkan. Tulisan klaim dukungan tak bermutu pun dipaksakan diviralkan demi mengelabui publik. Hingga para pendukung bersorak gembira menyambut kemenangan. Betulkah? Ya anggap saja itu semua betul walaupun sekedar menghibur.

Eforia yel yel sudah tidak lagi terdengar malah kabarnya bus angkutan yang mengangkut para pendukung dari karantina dikabarkan mogok dan harus di dorong. Aduh… Kasian sih tapi ya bagaimana lagi. Mungkin itu efek dari acara dangdutan dan saweran saat di katantina. Sebuah vidio beredar memuat content joget-joget para voters dengan penyanyi dangdut tak lupa saweran uang lembaran merah dan biru kepada sang biduan.

Miris memang, perhelatan akbar yang tinggal beberapa detik lagi berlangsung diwarnai aksi hibar hibur. Jika menilik mimik para voters yang berhibur itu tampak diwajahnya suatu kamuflase, difragma yang tidak jelas, tatapan matanya penuh kegamangan yang dalam. Mumgkin sedang berfikir selesai kongres ada tiket pulang kah?

Tim peramai alias tim hore pun sudah semakin senyap, tak lagi semeriah kemarin yang begitu gencar dan jumawa berteriak yel yel. Terang benderang kegembiraan itu dan kini tim hore pada jongkok tak ada lagi foto dan vidio histeria. Sepertinya sedang tiarap atau asik mencuri dengar kubu-kubu lainnya.

Mungkin sedang berhitung-hitung angka, karena klaim 460 voters sepi pemberitaan, para buzer pun kini tak berkutik. Tak ada suasana hepi. Vidio-vidio hanya berita basi tanpa isi. Teriak kemenangan kini meragukan karena voters yang berkumpul di karantina tidak lebih dari 200. Bisa jadi para voters itu migrasi karena tidak ada kepastian tiket pulang. Omaygot, ZH ada apa dengan pendukungmu? Sesak rasanya dada jika benar-benar mereka migrasi, katanya audah tidak betah berada di Makasar, nyesel, kok tidak bergabung di kota sejuk Malang yang penuh kebahagiaan. Malu tidak ya kalau migrasi ke MH? Meskipun di detik-detik terakhir….. MH membuka pintu lebar demi masa depan PAN.

#TehPAN
#AyoDebatJelangKongres
#MigrasiKeKubuMH

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *