ZH, Apa Tidak Cape Berulah ?

 

ZH kembali berulah, pasca bawa lari palu sidang kini membuat statemen di media bahwa penyelenggaraan kongres dilaksanakan di Kota Kendari, Sultra tanggal 12 Februari 2020 mendatang. Suatu keanehan yang dilakukannya, sebab dia telah menunjuk panitia SC dan OC tetapi panitia itu entah apa yang dilakukan, malah keduanya turut road show dalam rangkaian kampanye pemenangan ZH. Belum ada pembentukan kepanitiaan yang resmi dan tentu saja belum ada SK kepanitiaannya. Ini mau kongres atau panitia balap karung sih? Kira-kira seperti itulah kapasitas fungsionaris DPP PAN kepemimpinan ZH.

Publik jadi bertanya, ZH bertindak sebagai apa mengumumkan penyelenggaraan kongres di media ? Apakah bertindak sebagai ketua umum atau sebagai koordinator panitia? Kok bisa-bisanya dia mengambil alih tugas panitia. Konon kabarnya hotel-hotel di kota Kendari sudah di booking antara tanggal 9 hingga 12 atas nama PAN bagaimana mungkin hotel di booking tanggal 9-12 sedangkan dia mengumumkan di media tanggal 12 untuk penyelenggaraan kongres, jikalau tidak ada maksud kelicikan didalamnya? Logisnya jika dia mengumumkan tanggal 12 maka ya penyelenggaraannya tanggal 12-15, mengapa justru booking hotel 9-12? Sungguh tidak masuk akal ZH bertindak seperti itu. ZH sudah tanggung majenun atau memang betul-betul tidak faham aturan main organisasi partai? ZH sudah banyak menyalahi aturan yang tertuang di dalam AD/ART.

Sadarkah dia bahwa sudah melewati batas kewajaran ? Pasti dia menyadari, sangat menyadari. Itu dilakukannya tersebab dia _post power syndrom_ Rasa takut kehilangan jabatan dan kekuasaan. Maka dia bertindak kalut. Hari ini sudah terjadi migrasi dukungan dari ZH beralih ke MH kenapa? Karena ZH sudah melampaui batas.

Di vidio-vidio kondolidasi yang disebarkan, sangat hampa pekik dukungan yang dikumandangkan seolah kepura-puraan karena takut di PLT, takut rekomendasi dicabut. Dukungan kepada ZH mengalir deras? Itu cuma kebohongan publik semata, apa yang akan didapat dengan kebohongan ? Kebohongan demi kebohongan dia kumpulkan dan suatu waktu akan jadi bom waktu baginya.
Yang lucu lagi, sekedar meneriakan yel-yel dukungan saja dia teriakan sendiri, apa sudah tidak percaya juga kepada orang lain untuk meneriakan yel-yelnya? Jelas ZH makin kalap.

ES yang mendampinginya sebagai apa ya? Sebagai sekjen apa sebagai ketua SC atau timses? Aneh jika ES bertindak sebagai SC melakukan _road show_ bersama ZH. Ditambah TD yang mencoba mengajak diskusi terkait kepanitiaan di WA grup. Lho kok begitu komunikasi Waketum sang penulis gagasan buku _Partai Advokasi_ tidak bisa mengadvokasi intern partai, bagaimana mengadvokasi masyarakat luas? Lagi-lagi ini masalah kapasitas yang jauh dari standard.

Untuk rapat harian saja tidak mampu melakukannya sesuai mekanisme, bagaimana penyelenggaraan kongres bisa sukses? Bagaimana sukses membawa PAN dalam pergulatan politik nasional, diinternal saja tidak mampu mengorganisir dengan baik. Semua ini adalah indikator tidak mampunya ZH mengorganisir partai, tapi kok bisa jadi Ketua Umum, jadi Mentri, jadi Ketua MPR dan sekarang Wakil Ketua MPR. Kontradiktif. Tapi itulah faktanya jikalau karir politik di gerek dengan menggunakan cara-cara yang instan bahkan segala cara dilakukan hanya demi kekuasaan. MAR sudah betul-betul dikerjai, semoga Allah melimpahkan kesabaran kepada MAR.

Kini, semakin ZH membabi buta semakin ZH terperosok. Semakin arogan maka akan semakin ditinggalkan, dia ibarat sedang menggali kuburannya sendiri. Dia dengan secara sadar dan terstruktur masuk pada jerat kepalsuan yang dibuatnya. Dukungan makin merosot, faktanya rencana kondolidasi untuk Indonesia Timur banyak DPD tidak hadir memenuhi undangannya dan tampak air mukanya sangat kecewa. Wajahnya kini terlihat selalu tegang, stres berlebihan. Konon istrinya sedang sakit dan dicurhatkan pada saat menghadiri rakerwil salah satu wilayah, ya ganas dan arogansi tapi masih minta dikasihani, kontradiktif!
Sepertinya ZH diambang kehancuran, sebaiknya mundur saja dari pencalonan ketua umum, dan bersikaplah arif, hidup di dunia tidak akan lama, untuk apa begitu nafsunya cinta pada kedudukan dan kekuasaan yang tidak akan langgeng. Kembali kepada aturan organisasi dan selenggarakan kongres dengan cara yang ma’ruf dan rasional agar ZH selamat. Jika bertindak arogan jangan salahkan jika banyak orang akan melawan. ***

#AyoDebatJelangKongres
#TehPAN

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *