ZH, Entah Apa Yang Merasukimu ?

 

Kader asli Sultra sudah memaparkan potensi apa yang bisa terjadi, mulai dari sarana transportasi, akomodasi bahkan fasilitas lainnya. Sampai-sampai mantan Gubernur Sultra angkat bicara. Lagi-lagi tuan rumah merasa sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, padahal sebelumnya _merengek-rengek_ meminta kepada kandidat lain agar melepas kamar hotel untuk panitia. Aneh kan ?

 

Polemik kongres masih belum berkesudahan. Pasca kasus palu hilang dalam rapat harian, muncul polemik kepanitiaan. Pasalnya ES yang merupakan Sekjen yang ditunjuk menjadi ketua SC tak berkutik diujung telunjuk ZH, sekedar untuk mengambil keputusan penyusunan kepanitiaan SC saja tak mampu. ES seperti terjepit diantara semua kandidat. Mengapa ES takut kepada ZH? Adakah sesuatu penyebabnya? ES terdesak untuk segera menyusun kepanitiaan dan harus kompromi namun masih menemukan jalan buntu, beberapa nama yang diajukan tim MH ditolak. ZH jika tidak suka main coret, tanpa alasan logis. Anehnya ES tidak berkutik. Aneh!

EHP ditunjuk sebagai OC, sama. Dalam penyusunan draft kepanitiaan suka-suka saja. Yang lebih parah tidak mengundang rapat ke tim yang lain. Dan konyolnya meskipun EHP diberondong pertanyaan terhadap statusnya yang rangkap jabatan, yakni sebagai ketua DPW dan pengurus DPP, dia acuh-acuh saja dan mengatakan hanya menjalankan perintah, meskipun menabrak AD/ART. Sudah dipertanyakan, dibicarakan dan sampaikan ke Mahkamah Partai masih juga tidak merespon.

Masalah tempat kongres sudah banyak masukan-masukan yang disampaikan, Sultra tak cukup representatif untuk sebuah event besar seperti kongres. Kader asli Sultra sudah memaparkan potensi apa yang bisa terjadi, mulai dari sarana transportasi, akomodasi bahkan fasilitas lainnya. Sampai-sampai mantan Gubernur Sultra angkat bicara. Lagi-lagi tuan rumah merasa sudah menyiapkan segala sesuatunya dengan baik, padahal sebelumnya _merengek-rengek_ meminta kepada kandidat lain agar melepas kamar hotel untuk panitia. Aneh kan?

Keanehan yang lainnya adalah, penetapan tanggal kongres yang berubah-ubah. Sebelumnya ZH mengatakan kepada media bahwa kongres tanggal 12 Februari, ternyata panitia telah membooking hotel sejak tanggal 9 hingga 12 Februari, lalu kabar tersiar kembali bahwa kongres tanggal 11 hingga 14 Februari. Lalu surat edaran tersiar bahwa tangaal 11-14 ada kegiatan Bimtek DPRD, nah berarti akomodasi berada diambang masalah besar. Lalu atas apa tuan rumah sedemikian percaya diri akan mampu menyiapkan kebutuhan kongres dengan maksimal? Kendari hanya sebuah kota kecil yang apabila dibandingkan kota lain masih lebih banyak yang lebih representatif, mengapa harus ego? Sungguh tak logis, atau memang ZH tidak berfikir dengan akal?

ES, Menyoal nama yang satu ini sebagai Sekjen sejak awal debutnya di PAN tidak menunjukan greget, setelah wewenangnya bertambah menjadi ikut mengurusi pilkada, juga menjadi kasir DPP, kewenangan ini entah dalam pasal berapa ayat berapa AD ART mana. Sekjen ini disebut-sebut low capacity sebagai motor penggerak mesin partai. Apa pasalnya? ES terlalu banyak mengurusi tugas yang bukan tugasnya, jadi terlihat seperti bodoh. Padahal sebagai seorang konsultan finance, debutnya mesti penuh perhitungan tapi memang gula-gula pilkada terlalu manis untuk ditinggalkan. Akhirnya ES lupa diri, lupa secara etika bahwa jabatan mentereng sebagai Sekjen itu karena seorang MH yang bertaruh. MH memasang badan untuk sebuah jabatan Sekjen, demi membantu ZH menjalankan roda organisasi. Tapi keduanya malah melakukan pemufakatan yang bertentangan dengan _law of rule_ nya PAN. Ini menunjukan seorang yang kurang tahu bagaimana menghormati dirinya sendiri dan jabatannya.

ES tanpa MH tak mungkin jadi sekjend. Semoga ES tidak lupa, dan tulisan ini sampe ketangannya semoga Allah memberikan hidayah dan hati terbuka agar tidak semakin jauh melangkah pada jalan yang salah.
ES kini di kubu ZH berlawanan dengan MH yang telah memberinya jalan. ZH tanpa MAR tak mungkin jadi menteri, jadi ketua umum, jadi ketua MPR. _Its not impossible_ . Membuat kerajaan _Bani Hasan_ dengan menempatkan saudara-saudaranya sebagai pimpinan partai, bupati, anggota DPRD juga menempatkan anaknya menjadi pimpinan DPRD. Tapi yang pertama dan dirinya berakhir dengan berurusan dengan lembaga rusuah.
Itulah karakter manusia, ibarat meminum air laut, semakin haus, haus jabatan dan kekuasaan. Kemaruk kata orang betawi, atau kufur nikmat.

ZH berhasil membuat banyak orang berkiblat padanya, yang _hubbudunya_ takut rekomendasi dicabut, takut jabatannya dicabut kembali, yang takut periuk nasinya ditumpahin atau dirampas kembali. Yang takut jabatan ketua di PLT-kan, yang takut intimidasi dan ancaman atau yang takut tidak diajak lagi, atau apalah namanya. ZH telah berhasil membuat orang berkhianat kepada MAR. Itu dinamika? Ya itu turbulensi akut.

ZH berhasil membuat orang marah seketika, berang dan kesal, ZH berhasil membuat orang tiba-tiba bergibah berjama’ah dari Sabang sampai Merauke. ZH mampu membuat orang protes dan bangun dari tidur selama 5 tahun bungkam. ZH berhasil membuat semua orang berfikir. Dan ZH berhasil membuat idealisme yang selama ini tercerabut kembali ke akarnya.

Lambat laun dengan arogansi, keras kepala, buta idiology akan membuat banyak orang sadar bahwa ZH bukan pemimpin yang layak untuk diikuti, pastilah hati nurani berbicara, tidak selalu uang dan jabatan yang menjadi alasan seseorang meninggalkan idealismenya. Hati kecil akan menunjukan secara fitrah, layakah ZH jadi panutan? Menjadi nakhkoda yang sudah jelas tidak punya kapasitas yang memadai? Masihkah kalian menutup mata? Mari bangun dari alam khayal dan mimpi buruk. Mari bangkit dari peninaboboan. Jangan terlalu lama naif dan dungu. Bahwa kebenaran, kebaikan, keikhlasan dan cinta kepada partai yang harus menjadi spirit menuju kongres.

#TehPAN
#KalauDunguJaganLama-Lama

2 Replies to “ZH, Entah Apa Yang Merasukimu ?”

  1. Semoga PAN kembali ke fitrahnya pendorong gerbong reformasi bukan partai abal2 yang bisanya manut2.
    #MAR rohnya PAN Zrohnya reformasi#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *